"Tak
tik tak tik tak tik tak tik" begitu bunyi jam bundar dinding kamar, jika
waktu diartikan sebagai taktik atau stretegi dan tiktak sebagai
ketangkasan, maka benarlah esensi bunyi dari jam tersebut. Lantas apa
jadinya jika jam tangan saya berbunyi "cak cek cek cak cek"? Hampir
tidak ada esensi yang bisa dikupas dari suaranya, bahkan jika dipaksakan
bermakna maka yang terjadi adalah kemalangan, pi cak pi cek pi cak pi
cek.
Tapi saya lebih memilih jam handphone, sekali berbunyi, adalah
penanda bahwa satu tahun yang lalu hidup saya penuh kemalangan tanpa
ketangkasan strategi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar